Kamis, 04 Juli 2019

Pucuk Cemara



Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yg semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara. 

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana.

Rabu, 08 November 2017

Trilogi ikrar monumental Sumpah Pemuda

Trilogi ikrar monumental Sumpah Pemuda
Rozy Ahimsyah Pratama.

     Kristalisasi dari gerakan bernafaskan perjuangan itu berujung pada peristiwa hitoris bakal lahirnya satu negara. Semangat bersatu dan bergerak menjadi batu fondasi dalam menghimpun sumber kekuatan khususnya golongan muda. Tekanan amoral dan derita tidak manusiawi yang telah dirasakan sejak masa kolonialis Portugis, Spanyol, hingga pendudukan Belanda sudah cukup menjadi alasan untuk berteriak lantang merdeka kala itu. Namun tak bisa, merdeka adalah kata yang pantang didengar oleh kepolisian Belanda.

     Berangkat dari rasa dan nasib yang sama, kaum intelektual muda bernisiatif berbaiat dan berjanji setia berjuang bersama demi bangsa dan tanah air nya. Tatanan sosial borjuis Belanda era penjahahan tak dapat diterima di bumi Indonesia, pribumi dijadikannya kaum proletariat terkungkung dalam kesusahan sedangkan kolonial mengeruk keuntungan secara permisif. Tak ada ruang satu jengkal pun bagi penindas di bumi pertiwi. Akhirnya, manifesto dari semua itu adalah tiga konsepsi buah pemikiran Moh. Yamin dlm kongres Sumpah Pemuda II.

Rabu, 30 Maret 2016

Kuliah Lima Tahun dan Pentas Gerakan Mahasiswa.



Implementasi batas studi maksimal lima tahun di perguruan tinggi adalah tak lain suatu turunan dari upaya yang mengarah pada pereduksian semangat kritis mahasiswa era kontemporer. Tuntutan penyelesaian seluruh beban studi maksimal hanya lima tahun membuat haluan hanya terarah pada penyelesain kuliah secepat mungkin. Peran utama mahasiswa perlahan terbungkam ketika kampus menyuguhkan kebijakan dagelan dengan dalih intelektualitas, gerakan mahasiswa tak lagi masif, sikap kritis tak lagi runcing, elit negeri tertawa renyah.
Bila kita buka lembar dimensi histori pergerakan mahasiswa Indonesia, masa normalisasi kehidupan kampus/ badan koordinasi kampus (NKK/BKK) adalah masa suram bagi seluruh aktivis mahasiswa, mahasiswa dikejar-ditangkap, dewan mahasiswa (DEMA) tak berdaya. Rencana pemberlakuan pemotongan masa kuliah seolah membuat kita bepikir ini merupakan daya untuk mendisorientasikan nilai yang sudah terbentuk dikalangan mahasiswa dan membuat kita berasumsi ini adalah sebagai bentuk dari Neo NKK/BKK.
Substansi dari pemberlakuan NKK/BKK orde lama dan Neo NKK/BKK sekarang adalah hal yang serupa. Bila di era 70an, NKK/BKK dibuat sebagai suatu pola pembengarusan mahasiswa orde lama dengan mengawasi gerak-gerik mahasiswa agar membuat mahasiswa tidak terjun terlalu jauh dalam perkara pemerintahan. Hari ini, hal demikian secara substansi akan terulang kembali ketika isu implementasi percepatan masa studi benar diimplementasikan. Batas maksimal kuliah yang dipersingkat membuat peran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah tak lagi tajam ketika mahasiswa hanya dituntut untuk kuliah secepat mungkin.
Terjadi shifting of value tatkala mahasiswa dibayangi orientasi kuliah secepat mungkin dan menyampingkan hal lainnya. Pengembangan diri diluar ruang kelas tak lagi bisa maksimal, tugas dan fungsi mahasiswa mengawasi hegemoni elit atas dasar kepentingan rakyat tak lagi ada.
Ketika bangsa ini dalam keadaan krisis disetiap lini, sebuah anomali bila kondisi mahasiswa tak lagi ideal. Seolah semua ini adalah sebagai upaya mematikan andil dan gerakan mahasiswa. Ketika pemerintah pusat masih mengkaji dan menunda pemberlakuan Permendikbud nomor 49 tahun 2014 tentang pembatasan masa studi, namun yang terjadi saat ini di beberapa kampus termasuk Universitas Sriwijaya sangat kontradiktif. Isu rencana pemberlakuan kuliah lima tahun yang akan terapkan itu seolah menjadi kran lahirnya Neo NKK/BKK era kontemporer. Kebijakan ini dikhawatirkan hanya akan menumbuhkan budaya pragmatis dan membentuk kerangka berpikir praktis mahasiswa serta kehilangan orientasi kuliah kecuali lulus secepat mungkin. Mahasiswa dikurung dalam ruang kelas demi mengejar beban dan masa studi, semangat berkaryanya diluar kelas dirudupaksa. Kebijakan ini seolah mendewakan masa studi cepat adalah keniscayaan yang menjamin pasca bangku kuliah, kampus tak lagi sebagai rahim para pemimpin bangsa, mahasiswa disiapkan untuk tidak menjadi cendekia namun hanya dilatih untuk menjadi buruh para elit kapitalis dan tunduk kepada kaum feodal. Ini ancaman.
Sikap dari pragmatisme mahasiswa hasil dari disorientasi akibat dari kebijakan ini akan menumpulkan atmosfer mengkritisi kebijakan elit yang tidak berpihak pada rakyat, bahkan sikap apatislah yang akan timbul. Padahal sejatinya, DNA dari mahasiswa sendiri ialah gelora untuk memperbaiki negeri atas dasar kemaslahatan rakyat, namun ketika ini dikekang dan dibatasi dengan berbagai alasan stereotip, hanya ada satu kata, LAWAN !!!
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!


Oleh : Rozy Ahimsyah Pratama 
(082281457530)

Kamis, 14 Januari 2016

Kami Muak dan Bosan


(Oleh Taufik Ismail)

Dahulu di abad-abad yang silam Negeri ini pendulunya begitu ras serasi dalam kedamaian Alamnya indah, gunung dan sungainya rukun berdampingan, pemimpinnya jujur dan ikhlas memperjuangkan kemerdekaan Ciri utama yang tampak adalah kesederhanaan Hubungan kemanusiaanya adalah kesantunan Dan kesetiakawanan Semuanya ini fondasinya adalah Keimanan Tapi, Kini negeri ini berubah jadi negeri copet, maling dan rampok, Bandit, makelar, pemeras, pencoleng, dan penipu Negeri penyogok dan koruptor, Negeri yang banyak omong, Penuh fitnah kotor Begitu banyak pembohong Tanpa malu mengaku berdemokrasi Padahal dibenak mereka mutlak dominasi uang dan materi Tukang dusta, jago intrik dan ingkar janji Kini Mobil, tanah, deposito, dinasti, relasi dan kepangkatan, Politik ideologi dan kekuasaan disembah sebagai Tuhan Ketika dominasi materi menggantikan tuhan Kini Negeri kita penuh dengan wong edan, gendeng, dan sinting Negeri padat, jelma, gelo, garelo, kurang ilo, manusia gila kronis, motologis, secara klinis nyaris sempurna, infausta Jika penjahat-penjahat ini Dibawa didepan meja pengadilan Apa betul mereka akan mendapat sebenar-benar hukuman Atau sandiwara tipu-tipuan terus-terus diulang dimainkan Divonis juga tapi diringan-ringankan Bahkan berpuluh-puluh dibebaskan Lantas yang berhasil mengelak dari pengadilan Lari keluar negeri dibiarkan Dan semuanya itu tergantung pada besar kecilnya uang sogokan Di Republik Rakyat Cina, Koruptor Dipotong kepala Di kerajaan arab saudi, Koruptor Dipotong tangan Di Indonesia, Koruptor Dipotong masa tahanan Kemudian berhanyutanlah nilai-nilai luhur luar biasa tingginya Nilai Keimanan, kejujuran, rasa malu, kerja keras, tenggang rasa, pengorbanan, Tanggung jawab, ketertiban, pengendalian diri, Remuk berkeping-keping Akhlak bangsa remuk berkeping-keping Dari barat sampai ke timur Berjajar dusta-dusta itulah kini Indonesia Sogok Menyogok menjadi satu, Itulah tanah air kita Indonesia Kami muak dan bosan Muak dan bosan Kami Sudah lama Kehilangan kepercayaan

Jumat, 01 Januari 2016

Brace self to face MEA, MEA is coming.



(Oleh : Rozy Ahimsyah Pratama)
     Free flows of good, free flows of investment, free flows of capital dan free flows of skilled labor. Benar, beberapa hal itulah yang akan dirasakan pasca diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) per 31 desember 2015. Beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia digamangkan dalam keadaan pesimis atau optimis dalam menghadapi MEA yang semakin hari semakin dekat.
     Masyarakat Ekonomi ASEAN sendiri digadang-gadangkan sebagai instrument yang bertujuan untuk mengintegrasikan ekonomi kawasan ASEAN dengan cara membentuk sistem perdagangan bebas atau free trade. Para anggota ASEAN termasuk Indonesia telah menyepakati suatu perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut. MEA adalah istilah yang hadir dalam indonesia tapi pada dasarnya MEA itu sama saja dengan AEC atau Asean Economic Community.
Background
    Berangkat dari KTT yang dilaksanakan di Kuala Lumpur pada 1997 dimana para pemimpin masing-masing negara ASEAN akhirnya memutuskan untuk melakukan pengubahan mendasar kawasan ASEAN dengan menjadi suatu kawasan makmur, stabil dan sangat bersaing dalam perkembangan ekonomi yang berlaku adil dan dapat mengurangi kesenjangan dan kemiskinan sosial ekonomi (ASEAN Vision 2020). Kemudian dilanjutkan pada KTT yang dilaksakan di Bali tahun 2003 yang memberikan keputusan bahwa MEA akan menjadi sebuah corong integrasi ekonomi kawasan ASEAN. Disamping Masyarakat Ekonomi Asean terdapat dua kesepakatan lainnya, pertama adalah ASEAN Security Community dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN. Ketiga bentuk dan konsep kerjasama ini diharapkan dapat berjalan sinergis antar negara dan bekerja sama didalam membagun komunitas ASEAN. Awalnya komunitas ASEAN memiliki target pelaksanaan pada tahun 2020, namun keputusan pada KTT ke-12 tahun 2007 sepakat untuk melakukan percepatan pembentukan komunitas ASEAN pada pahun 2015 seiring dengan lobby yang dilakukan pemerintah Indonesia yang mengusulkan 2015 akhir (31 Desember 2015) hal ini didukung oleh penandatangan deklarasi Cebu, ASEAN Concord II, dan ASEAN Vision 2020 mengenai percepatan pembentukan komunitas ekonomi ASEAN di tahun 2015 dan melakukan pengubahan ASEAN menjadi suatu daerah perdagangan yang bebas (Free trade area) barang, investasi, tenaga kerja profesional, jasa dan aliran modal yang lebih bebas lagi.
     Bedasarakan Roadmap ASEAN Community, MEA akan mulai membentuk kawasan ASEAN menjadi pasar dan basis dari produksi tunggal yang dapat membuat ASEAN menjadi dinamis dan dapat bersaing dengan adanya mekanisme dalam memperkuat pelaksanaan baru yang berinisiatif ekonomi, mempercepat perpaduan regional yang ada disektor-sektor prioritas, memberikan fasilitas terhadap gerakan bisnis, tenaga kerja memiliki bakat dan terampil dapat memperkuat kelembagaan mekanisme di ASEAN.
Kini detik-detik pelaksanaan itu semakin dekat, Indonesia dihadapkan pada kebebesan dalam melakukan perdagangan antar regional ASEAN. Siapkah Indonesia menerima serbuan barang dan jasa dari negera tetangga dengan harga sangat kompetitif ?, Siapkah tenaga kerja Indonesia beradu skill dengan tenga professional negara ASEAN lain?. Pertanyaan itu tidaklah seharusnya ditanyakan kembali mengingat ASEAN Community tinggal beberapa saat lagi diberlakukan. Padangan terhadap pemberlakuan ASEAN Community selayaknya harus dengan pola melihat tantangan sebagai peluang. Kita harus mengahadapi dengan menegakkan kepala, membusungkan dada dan optimistis terhadap kemampuan sendiri untuk dapat survive pada komunitas ASEAN ini.

Minggu, 27 Desember 2015

Kementerian Luar Negeri BEM KM UNSRI


KEMENTRIAN LUAR NEGERI BEM KM UNSRI, KONSTRUKTOR JARINGAN STRATEGIS.
Kalimat yang mengatakan bahwasanya kampus merupakan sebuah minatur nyata dari sebuah negara sangat sering didengung-dengungkan orator dalam setiap penyampaiannya. Struktur dan desain yang ada pada kampus benar mencerminkan dari setiap hal yang ada dalam proses penyelenggaran negara. Salah satu syarat negara adalah wilayah teritori, samalah halnya didalam kampus. Untuk menjalankan roda pemerintahan diperlukan pemerintahan ataupun pemangku kepentingan (Stakeholder), sama halnya didalam kampus. Pun nahkoda pada proses berbangsa dan bernegara yang dipimpin oleh seorang presiden, terepresentasikan juga didalam kampus.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai salah satu pilar replika dari suatu negara yakni pemerintahan (eksekutif). Konsepsi dan garis besar BEM sama halnya dengan pemerintahan suatu negara. Dipimpin oleh seorang presiden, terdiri dari beberapa kementerian/bidang/departemen, kesatuan inilah yang menjalankan roda pemerintahan kampus. Presiden pun tidak sendiri, ia didampingi oleh wakil presiden dan jajaran kabinet yang merupakan komposisi yang telah disusun untuk membidangi masing-masing kementerian. Setiap kementerian yang ada pada kelembagaan BEM bertanggung jawab terhadap TUPOKSI masing-masing. Namun, saya mencoba untuk mengangkat salah satu kementerian pada tulisan ini yaitu kementerian luar negeri tanpa bermaksud ‘underestimate’ kementerian/bidang yang lain.
            Tidak asing lagi nama kementerian luar negeri ataupun kementerian eksternal dalam struktur dan desain dalam setiap kelembagaan BEM mengingat memang beberapa fungsi strategis ada pada kementerian/bidang ini. Sama halnya dengan sebuah negara, kementerian luar negeri lingkup kerjanya berada diluar negara yang berperan menjalankan fungsi-fungsinya sesuai dengan kepentingan negaranya. Sangat menarik untuk ditulis dan diangkat dalam sebuah tulisan tentang kementrian luar negeri (Kemenlu) BEM ini baik secara implisit maupun eksplisit.
Kemenlu hadir sebagai salah satu faktor ‘Empowering’ didalam lembaga eksekutif mahasiswa. Beperan menjalankan apa yang saya sebut sebagai pembentuk jaringan dan relasi strategis, hal seksi inilah yang membuat kehadiran kementerian bidang ini memiliki bargaining lebih. Dengan Kemenlu istilah biologis yakni Symbiosis Mutualism bisa kita gunakan. Kenapa demikian?. Karena semua yang terjadi dalam lingkup internal dan eksternal kampus dapat saling berhubungan memberikan timbal balik positif. Dari sisi kelembagaan BEM (internal), Kemenlu membuat segala sesuatu untuk dirancang untuk Go Public, sedangkan dari sisi eksternal Kemenlu membuat segala sesuatu yang bersifat eksternal ditempatkan disetiap pos-posnya dan menjadi representasi kecil kepentingan BEM Universitas dan Mahasiswa didalamnya. Dengan kata lain Kementerian Luar Negeri adalah sebagai corong untuk menciptakan iklim profitable yang esensial.
Berangakat dari hal di atas, membuat setiap kita harus mengembangkan rentangan sayap kita dan terbang tidak hanya ditataran universitas melainkan keluar kebih luas lagi. Mengutip statement Kurniawan (2012) “BEM UI besar karena memang mereka dekat kepada pusat pemerintahan, BEM UGM besar karena memang di sana dekat dekat kraton Yogyakarta yang memang sudah harum namanya.” Substansi dari kutipan ini adalah untuk memacu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang lain termasuk BEM Universitas Sriwijaya terpancing gelora semangat dan gerakannya untuk lebih besar dan berpengaruh lagi dengan hal-hal inventif dan solutif yang ditawarkan. Namun tetap sendi kelembagaan BEM tidak ditunjang dari dari satu atau beberapa kementerian semata diperlukan kesinambungan dan sinergisitas tiap-tiap kementerian untuk menciptakan ritme kerja yang terarah dan progresif.

Lubuklinggau, 27 Desember 2015.

Rozy Ahimsyah Pratama.
Menteri Luar Negeri BEM KM UNSRI 2015/2016

Selasa, 16 Juni 2015

Love at First Sight

Percayakah kalian "Cinta pandangan pertama" ? Sebagian kita mengatakan iya terhadap pertanyaan ini. Mengatakan dan menasbihkan itu cinta pada pandang pertama. Benarkah itu? Adakah hadirnya cinta diawal dua insan bertemu pada awal jumpa?

Ah, standarisasi cinta kalian rendah sekali. Atau kalian salah menyalah artikan definisi antara cinta, suka,  dan ketertarikan?. Cinta tak akan pernah hadir dalam kurun singkat, dia hadir ditengah kenyamanan dan kebiasaan. Bagaimana bisa Ia hadir ketika baru berupa bayang di matamu dan belum sempat naik ke fikirmu apalagi turun ke sanubari mu. Rasa dari Cinta sangat menakjubkan walaupun definisi cinta subjektif namun setiap insan akan merasa dentuman cinta yang akan meledak-ledak di kala Ia hadir bukan hanya sebatas rasa diawal jumpa.


Ketahuilah kawan, Cinta datang pada hati yang suci, hadir tanpa duga dan tak peduli rupa, beda dengan ketertarikan yang kerap dilandasi nafsu dan sesaat. Cinta tak hadir begitu singkat, Ia datang setelah fase-fase wajibnya terlampaui.



Rabu, 25 Maret 2015

JALAN RUSAK, DUA RIBU MAHASISWA UNSRI GELAR AKSI DI GEDUNG DPRD SUMSEL

Lebih dari seribu lima ratus mahasiswa gelar aksi di DPRD SUMSEL.
Hari ini, rabu-25 maret 2015 massa aksi yang terdiri tak kurang dari seribu lima ratus mahasiswa turun kejalan menyuarakan apa yang selama ini menjadi kesah oleh para mahasiswa yang notabennya sebagai pengguna jalan mayoritas di Jalintim Palembang - Inderalaya. Setelah sebelumnya gagal beraudiensi dengan orang nomor satu provinsi ini, Alex Noerdin, terkait ketidaknyamanan mahasiswa selaku pengguna jalan. Maka hari ini kami meneriakkan lirih derita dan keprihatinan akan kondisi jalan yang layak disebut sebagai jalan dihadapan wakil rakyat yang terhormat.
Meskipun sempat terjadi insiden saling pukul dan dorong antara massa aksi dan petugas keamanan kepolisian di pelataran depan gedung, namun hal ini tak menyurutkan keinginan tuk terus bersuara guna menuntut hak2 sebagai rakyat dan pengguna jalan.
Alhamdulillah, 5 poin nota kesepahaman terkait untuk perbaikan dan sarana Jalintim Palembang-Inderalaya disepakati oleh pimpinan DPRD SUMSEL dan kepala dinas pemprov yg berwenang menangani kasus ini. Dan akan merealisasikan MOU itu dalam kurun dua bulan ke depan. Semoga dapat terealisasikan, amin.
Kini tugas kita mengawasi jalannya tuntutan dari MOU hari ini, apabila tidak dijalankan kita siap turunkan massa aksi lebih dari ini.
HIDUP MAHASISWA!
Terimakasih aksi hebat hari ini,
GARDA SRIWIJAYA (Gerakan aksi dan diskusi Sriwijaya) dan Seluruh BEM Fakultas.

Sabtu, 14 Maret 2015

Solo Backpacker To Thailand & Malaysia

Pada kesempatan kali ini saya ingin menuangkan kedalam kata dan kalimat seputar perjalanan solo backpacker yang beberapa minggu lalu baru saya lakukan. Perjalanan itu berlangsung selama delapan hari, dimulai pada tanggal 28 Januari 2015 hingga 5 Februari 2015. Benar, benar adanya ini adalah perjalanan perdana solo backpacker saya. Meskipun sebelumnya saya pernah ke Malaysia dalam rangka program pelatihan dari kerajaan Malaysia, namun dalam hal merasakan sensasi perjalanan pribadi belumlah terasa benar. Atas dasar ini dan karena ingin mengetes keberanian saya saya putuskan untuk “Start” solo backpack tersebut.
Rabu pagi saya flight gunakan maskapai Air Asia untuk pelancongan kali ini, dapart dari Palembang dan arrived di KLIA2 pada pukul 12 siang waktu setempat. Percaya tidak percaya kaki ini telah tidak berdiri lagi di tanah pertiwi namun tengah berdiri ditanah rumpun sebelah, Malaysia. Saya putuskan menghabiskan hari itu di menara kembar Petronas. Senja sore menikmati tingginya menara kembar anggun itu dengan desiran air yang menari-nari ditaman belakang yang diiringi lagu romance, sangat indah. Telah puas, saya kembali ke KL Sentral untuk lanjutkan trip ini ke Thailand, benar tujuan saya adalah  Provinsi Phuket dengan destinasi utama untuk mengikuti Tour Phi Phi Island untuk menikmati salah satu spot keindahan surga laut dan bawah air dunia. Perjalanan itu menggunakan kereta api, tepat pukul 12 siang saya sudah di Hatyai, memasuki provinsi paling selatan Thailand. Dari Hatyai gunakan mini van untuk menuju Phuket. Setelah 9 jam perjalan, tibalah saya di Phuket tepatnya di Patong. Budaya barat dan dunia malamnya Thailand sangat kental disini, di Bangla Road setelah saya injakan kaki lepas turun dari van tadi. Bermodalkan 1100 bath saya dapatkan hostel yang terjangkau untuk menginap selama 3 malam, Backpacker Sauna and Hostel Capsul namanya. Kamar-kamar semua berbentuk kubus kapsul kurang lebih berukuran 2 X 2 X 2 meter, cukup nyaman dan unik. Phuket, Patong adalah daerah yang meberikan banyak pembeajaran dan pengalaman bagi saya, bagi masa muda saya, membuka cara berpikir saya, meilhat banyak ragam budaya dan perbedaan, cakrawala ilmu sosial dan berpikirku telah meluas. Selama 3 hari di Patong saya gunakan untuk mendatangi tempat-tempat famous disini, seperti : Phi phi Island, Wat Chalong, Big Buddha, Bangla Road, belasan pantai – pantai cantik dan bersih. Saya rasakan surga dunia di Phuket ini, namun saya harus pandai membawa diri. Dunia malam barat, ladyboy Thailand, wanita-wanita pekerja seks, bir dan alkohol adalah hal yang harus dijaga untuk tidak masuk terlalu jauh. Namun, dengan itu mataku, cara berpikirku, pengalamanku, terbuka dan bertambah olehnya. Awesome experiences of Phuket Trip. Banyak sekali perbedaan, budaya, agama, ras yang membuat saya lebih arif dalam bersikap dan melihat perbedaan.
Setelah 4 hari di Thailand saya habiskan sisa waktu trip solo backpack ini ke Kuala Lumpur Malaysia, menikmati kecanggihan dari modernnya transportasi public disini, bersihnya kota, ramahnya penduduk, mewahnya bangunan, serta eksotiknya tempat-tempat destinasi wisata. Tinggal beberapa malam di guest house disekitar China Town, Petalling. Sama halnya dengan di Thailand saya habiskan waktu disini untuk mengunjungi tempat-tempat wisata famous dari Kuala Lumpur seperti Twin Tower dan Batu Caves, namun yang berbeda disini saya membelanjakan uang sisa ringgit saya untuk memberika buah tangan untuk dibawa pulang ke Indonesia. Mencari souvenir di Pasar Seni adalah ide yang pas. Tak terasa telah tujuh hari saya habiskan waktu untuk berlibur di negeri tetangga, hingga baru sadar besok pagi harus pulang ke Indonesia.

Paginya, pukul 08:00 waktu setempat saya flight menuju Palembang dari KLIA2. Sungguh ini merupakan perjalanan sangat luar biasa. Saya akan jadikan ini sebagai rutinitas saya dikala ada waktu senggang dan dana lebih, melihat banyak pesona dan benefit dari perjalan semacam ini, mungkin esok dengan Asean, Asia, Eropa, Amerika bisa solo lagi atau bersama teman, sahabat, atau pasangan. Amin.

Dibawah adalah sedikit dari gambar ataupun moment yang saya abadikan dari perjalanan ini.

Rabu, 31 Desember 2014

Mereka Merindu

           
           Detik berdetak seiring perasaan rindu menumbuh
           Hari berganti seraya hasrat bertemu memuncak
           Tapi semesta belum satukan mereka berdua
           Mereka hanya disajikan untuk duduk menatap
           Menatap bersama satu senja, meski berjauhan

“Kita masih melihat bulan yang sama kan ?”
Kata yang selalu mereka selipkan di percakapan kecil itu.
Percakapan kerinduan
Begitu banyak benih kerinduan diantara mereka
Apakah ini terlalu dini untuk menyebutkan bahwa itu awal dari cinta ?

           Dalam percakapan itu, mereka berkilah
           Berkilah bahwa dibawah satu langit dan bulan yg sama kan mampu menutupi
           Menutup rasa rindu
           Namun alam pun tak pernah mengiyakan
           Perasaan itu terus ada dan ada
           Pepatah kuno mengatakan, cinta melahirkan rindu, bila tidak rindu maka tak cinta
           Setiap dari mereka kini terngiang tanya dan malu

Rindu karena cinta ?
Atau cinta jadi rindu ?
Sebab akibat ini yang menimbulkan tanya

           Bagi mereka kalimat itu bukanlah penting
           Tak penting karena apa dan bagaimana bisa
           Mereka tak dapat membohongi perasaan satu sama lain
           Atau mungkin mereka saling mencintai
           Bersama kerinduan tiada berhilir
           Dari terang pagi hingga sunyi malam

Entah sampai waktunya tiba
Biarlah kerinduan ini hanya teruntuk dia yang memang pantas untuk dirindukan, ucap mereka
Bersama dinginnya malam, angin membawa pesan singkatnya
Sebuah pesan yang bertuliskan sajak cinta dua insan

           Rindu seiring nafas mereka
           Kerinduan yang tertanam dalam sanubari
           Rindu menjelma dalam sajak-sajak mendayu diantara mereka
           Mereka tak hirau dingin ketika itu, karena ada rasa yg menghangatkan

Dari rembulan malam hingga terang mentari mereka bercakap melepaskan perasaan itu
Seraya bermunajat akan kisah mereka, akan rasa yg datang dan sulit pergi
Akan sosok yg selama ini didamba, akan masa-masa setelah malam dingin ini

           Ini sajak rindu
           Mereka sebut ini komunikasi verbal hati
           Yang akan terus menunggu sampai tiba pertemuan itu
           Pertemuan yang terlalu lama tuk ditunggu
           Saat mereka tersipu malu
           Tersipu dengan pipi merah, karena telah lama tak melihat paras dia
           Dia si pembuat rindu

Kaleidoskop 2014

       Tahun 2014 bukanlah hanya sekedar tahun biasa dalam hidup ini. Begitu banyak tersirat arti dan pengalaman berarti diangka 2014, mulai dari hal-hal sederhana yang mengajarkan tentang kehidupan, baik dari suka dan dukanya hingga hal spektakuler yang baru ditahun ini aku rasakan. Bagaimana tidak ketika semua pengalaman yang perdana aku dapatkan semua datang pada tahun hebat ini, 2014. Benar, dari hal seputar kuliah, organisasi, bahkan asmara hingga banyak hal yang tak dapat dirinci disini. Semua itu tak lepas dari semua usaha dan kesempatan yang ada, maka pantaslah diri ini memunajatkan rasa syukur kepada Allah Ta’ala atas semua nikmat.

Rabu, 26 November 2014

Refleksi Doa pada Aksara

Pukul 05:37
Aku berada dibagian paling atas bangunan ini.
Kurasakan dingin
Pagi yang menerbangkan embun-embun putih
Kulihat fajar
Yang dengan anggun memancarkan rona kemerahan
Kuhirup udara
Pepohonan yang menari lembut yang mengeluarkan aroma asri
Kunikmati semua yang tersaji oleh semesta yang terasa oleh diri

         Aku hidup dalam sejuta kenikmatan
         Aku berdiri diatas kebahagian yang dunia tawarkan
         Aku dijamin tumbuh bersama fasilitas Tuhan

Pagi ini doa baik ku munajatkan
Setelah semalam kepenuhi relung pikirku dengan teori dan konsep
Setelah malam hingga pagi kuhabiskan untuk hafalkan sintesa
Setelah mataku lelah melihat ratusan skema
Setelah pikirku penat karena filosofi dan ilmu
Berharap Sang Maha Pendengar mengijabah doa hambanya yang hina
Berikanku kemudahan saat duduk tegang pada bangku usang kelas

Amin

Sabtu, 01 November 2014

Kultur Negeri Indahku

Ragam dan mozaik keindahan dari berbagai bentuk dan macam budaya negeri ini sungguh teramat kaya dan sarat akan filosofi leluhurnya. Dari Sabang hingga Marauke sana terhampar ribuan jenis kebudayaan negeri kita, negeri kaya akan budayanya heterogen.

Beberapa waktu lalu saya bersama rekan-rekan penerima beasiswa Djarum angkatan 30 berkumpul di Semarang, Jawa Tengah dalam rangka kegiatan Nation Building. Dalam kegiatan ini, sesuai namanya Nation Building maka kegiatannya adalah pembangunan bangsa / negara, dan yang diangkat adalah pembungan dalam aspek budaya bangsa. Selama 5 hari kami dikenalkan dan dilatih pada budaya bumi dewata, budaya asli Bali. Saya kagum dibalut kebanggaan pada bumi Indonesia ini, betapa tidak, budaya negeri ini yang merupakan buah keseluruhan pemikiran manusia dari peradaban terdahulu yang diciptakan, dihasilkan, dan diwujudkan dalam bentuk seni nyata.


Jumat, 17 Oktober 2014

Mahasiswa Antitesa (Ruang Kelas)

Kini aku menggenggam pulpen
Sembari mengukir kata
Dari keadaan ruang dan waktu saat ini
Aku ingin deskripsikan
Sebuah kondisi ruang kelas
Ruang yang katanya berjuta ilmu beterbangan disini
Yang kini tengah dimuat oleh dinginya udara

Sabtu, 06 September 2014

Excited Camp In Putrajaya, Malaysia.

            Tak lepas dari ingatan gue tentang kemeriahan dan pengalaman sangat awesome di negeri Jiran sana saat mengikuti program Nusantara Leadership Camp 2014 yang dilaksanakan di Putrajaya. Hehehe, kita mulai dari awal ya, awal banget malah.
            Kemarin gue di tag di satu kiriman facebook oleh Bang Doni, yang isinya tentang seleksi ILC dan NLC 2014 yang bakal diadain di Depok dan Putrajaya. Atas dasar pengen ngisi waktu saat mudik aja, gue pun inisiatif untuk ikut. Kurang lebih tiga hari gue ngelengkapin seluruh bahan seleksi mulai dari CV, esai, dan social enterprenuership canvas, semua udah kelar oke, dan kiriiiiiim. Saat pengumuman tiba, gue lupa tanggal berapanya kalo gak salah satu minggu setelah gue ngirim ntu semua berkas. Daaaaaan, berita bahagiapun datang, gue ada di posisi kelima saat itu dari empat puluh peserta lain, mengharukan dan membahagiakan sekali yaaa, hehe.
            Oke dengan modal itu, akhirnya semua yang diperlukan pra kegiatan udah gue siapin semua termasuk ongkosnya, walaupun minim sih, duuuuh. Akhirnya tanggal 21 agustus 2014 pukul 21:45 ane flight dari Palembang ke Jakarta dengan meninggalkan perkuliahan gue selama satu minggu kedepan, haaalah gapapa kali yee, haha. Landing di Jakarta sekitar pukul 22:45 disambut oleh partner gue dari Kalimantan si Hariadi dan dari Marauke si Hari, sama-sama hari. Haha. Mereka berdua adalah peserta ILC-NLC yang lulus juga, kita sebelumnya udah janjian bakal ketemuan. Karena kita-kita bakal dijemput oleh panitianya besok subuh, akhirnya kita bertiga tidurnya di lantai-lantai didepan terminal depature, haha maklum kita salah, karena kita udah keluar dari airport jadinya ga bisa tidur dimusola bhaha. Esoknya sekitar jam tiga subuh kita ditelpon oleh rekan peserta yang lain yakni Ilham dan Abdul dua mahasiswa asal Sumut, untuk ngisi  waktu nyampe dijemput akhirnya kita ngobrol-ngobrol ajaa gitu. Dan pukul 05:00 pagi kita dijemput oleh panitianya, oleh mbak Rindi dengan Bikun langsung deh kita menuju ke Depok karena pukul 08:00 kita udah mulai ada acara dari DPR RI. Setelah nyampe di Depok kita langsung ke Wisma Makara letakin barang sama bersih-bersih gitu. Setelah selesai kita langsung Auditorium FISIP UI (Gue lupa nama auditoriumnya), lanjut dengan penyampaian materi tentang pilar-pilar kebangsaan oleh wakil ketua DPR RI. Setelah selesai, lanjut malamnyaa kita delegasi Indonesia latihan, latihan apa? Latihan buat pesembahan budaya yang akan ditampilin di Malaysia nanti. Dan gue main Angklung, keren kan? Haha. Pentas budaya dengan persembahan tarian, perwayangan dan angklung dengan lagu Jaranan. Semuaaa selesai begitu cepat :p dan akhirnya kita pulang ke Wisma buat istirahat karena besoknya kita bakal flight pagi, pagi banget malah K.

Nusantara Leadership Camp

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti program ini, sala satu program pelatihan kepemimpinan yang dilaksanakan di Putrajaya, Malaysia. Yang diselenggarakan oleh kerajaan Malaysia dalam hal ini adalah Kementerian Komunikasi dan Multimedia (KKMM) Malaysia. Kegiatan yang dilakasanakan pada 23 agustus hingga 28 agustus 2014 yang diikuti oleh para mahasiswa terpilih dari berbagai negara yakni Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. Ini merupakan salah satu program pelatihan terbaik yang pernah saya ikuti, betapa tidak dalam program ini kami disajikan dengan hal-hal yang bersifat sangat dasar hingga kompleks yang harus dimiliki oleh para pemimpin di negeri ditataran  negara melayu, yang disampaikan langsung oleh para ahli dan praktisi yang concern dalam bidangnya. Kegiatan merupakan pengalaman berharga bagi setiap peserta termasuk saya. Selain program training, dalam program ini juga kami mengenal kultur dan karakter negara lain termasuk juga kedekatan personal dengan para peserta lain. Menjadi lebih meriah lagi dikala pelatihan ini deselipkan dengan rangkaian acara games dan discuss yang semakin memacu semangat para peserta training.

Selasa, 19 Agustus 2014

Urgensi Hubungan Ekonomi antar Bangsa Serumpun

Oleh : Rozy Ahimsyah Pratama

       Negara di dunia tanpa basis ekonomi yang stabil & mendominasi hanyalah sebatas tataran wilayah yang dijadikan tempat untuk bermukim oleh penduduk. Ekonomi adalah sebagai instrumen motor penggerak roda kegiatan yang dilakukan negara dan penduduknya. Dan perekonomian secara makro adalah menjadi tolok ukur akan kesejahteraan negara serta menjadi dasar akan semua aspek-aspek kehidupan (politik, sosial, budaya, dst) yang akan terbentuk dan dibentuk oleh para subjek negara. Dalam konteks Indonesia, ekonomi merupakan tonggak utama dalam menjaga keselarasan dan kesejahteraan kepada rakyatnya, Kini ekonomi Indonesia berjalan stabil dengan pertumbuhannya sebesar 4-6% setiap tahun. Tentulah para pelaku ekonomi tak boleh puas dengan keadaan ini karena keadaan seperti ini masih dapat untuk dioptimalkan serta masih banyak isu-isu ekonomi baik regional bahkan internasional yang harus diselesaikan.

Rabu, 23 Juli 2014

Sikap BEM Seluruh Indonesia Pasca Penetapan oleh KPU


Sikap BEM Seluruh Indonesia Pasca Penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih oleh KPU

Pernyataan Prabowo Subianto menarik diri dari proses Pilpres yang sedang berlangsung menuai kontroversi di masyarakat. Dugaan kecurangan Pilpres secara terstruktur, sistemik, dan massive yang tidak ditindaklanjuti dengan serius oleh KPU disampaikan sebagai dalil penarikan diri tersebut. Akhirnya perang wacana digaungkan di berbagai media.

Masih ada riak-riak di masyarakat berupa wacana deligitimasi KPU terkait pernyataan Prabowo Subianto. Sementara ajakan untuk legowo bagi elit politik dan pendukung koalisi Merah Putih sudah banyak disampaikan oleh berbagai pihak.

Melihat fenomena tersebut, aliansi BEM Seluruh Indonesia perlu memberikan sikap demi menjaga keutuhan bangsa dan kepastian hukum di negara kita. Secara konstitusi sudah ada hasil yang ditetapkan siapa presiden dan wakil presiden terpilih. Sehingga kiranya perlu ada penguatan berupa klarifikasi terbuka oleh KPU atas political statement yang disampaikan Prabowo Subianto. Artinya masalah wacana ini harus diselesaikan dengan segera.

Minggu, 13 Juli 2014

Aku Berkicau

Oleh: Rozy Ahimsyah Pratama
Saat senja,
Aku bersuara

                    Wahai semesta …
                    Aku ingin bercerita
                    Menceritakan yang selama ini terbenam dalam jiwa
                    Jiwa yang sering termenung dalam kesah
                    Jiwa yang sering tersenyum dalam ceria
                    Maka dengarlah!

Wahai dunia …
Aku ingin bercakap
Bercakap tentang eloknya hidup ini
Hidup yang penuh dengan lubang tantangan
Hidup yang penuh dengan indahnya perjuangan
Maka dengarlah !

                    Wahai adinda …
                    Aku ingin berkata
                    Menyatakan semua tentangku padamu
                    Padamu dimana aku menjadi bayang
                    Padamu dimana perasaanku telah matang
                    Maka dengarlah !

Wahai Tuhan …
Aku ingin bermunajat
Memunajatkan apa yang ingin dipinta dalam sanubari
Sanubari yang selalu terlena nikmat duniawi
Sanubari yang selalu ingin dekat pada sang pengasih
Maka ijabahlah !


Senandung Pada Mendung

Oleh: Rozy Ahimsyah Pratama

Sang surya bersembunyi dibalik awan kelam
Udara dingin kian merasuk tulang
Ini permainan alam
Membuat alam semakin gilang

Nyamannya mata ketika memandang
Memandang eloknya daun bergoyang
Ditemani sejuk angin berhembus
Sayu pun terhapus

Kicauan burung berseri-seri
Yang singgah pada pohon yang menari
Sebagian insane inginkan ini

Aku menatap langit membawa asa
Asa penuh pesona

Aku berharap terbang kesana
Sembari berdoa untuk kita

Meski ku pahami ini fatamorgana
Meski ku sadari ini maya
Ingin rasanya terus bahagia