Rabu, 25 Maret 2015

JALAN RUSAK, DUA RIBU MAHASISWA UNSRI GELAR AKSI DI GEDUNG DPRD SUMSEL

Lebih dari seribu lima ratus mahasiswa gelar aksi di DPRD SUMSEL.
Hari ini, rabu-25 maret 2015 massa aksi yang terdiri tak kurang dari seribu lima ratus mahasiswa turun kejalan menyuarakan apa yang selama ini menjadi kesah oleh para mahasiswa yang notabennya sebagai pengguna jalan mayoritas di Jalintim Palembang - Inderalaya. Setelah sebelumnya gagal beraudiensi dengan orang nomor satu provinsi ini, Alex Noerdin, terkait ketidaknyamanan mahasiswa selaku pengguna jalan. Maka hari ini kami meneriakkan lirih derita dan keprihatinan akan kondisi jalan yang layak disebut sebagai jalan dihadapan wakil rakyat yang terhormat.
Meskipun sempat terjadi insiden saling pukul dan dorong antara massa aksi dan petugas keamanan kepolisian di pelataran depan gedung, namun hal ini tak menyurutkan keinginan tuk terus bersuara guna menuntut hak2 sebagai rakyat dan pengguna jalan.
Alhamdulillah, 5 poin nota kesepahaman terkait untuk perbaikan dan sarana Jalintim Palembang-Inderalaya disepakati oleh pimpinan DPRD SUMSEL dan kepala dinas pemprov yg berwenang menangani kasus ini. Dan akan merealisasikan MOU itu dalam kurun dua bulan ke depan. Semoga dapat terealisasikan, amin.
Kini tugas kita mengawasi jalannya tuntutan dari MOU hari ini, apabila tidak dijalankan kita siap turunkan massa aksi lebih dari ini.
HIDUP MAHASISWA!
Terimakasih aksi hebat hari ini,
GARDA SRIWIJAYA (Gerakan aksi dan diskusi Sriwijaya) dan Seluruh BEM Fakultas.

Sabtu, 14 Maret 2015

Solo Backpacker To Thailand & Malaysia

Pada kesempatan kali ini saya ingin menuangkan kedalam kata dan kalimat seputar perjalanan solo backpacker yang beberapa minggu lalu baru saya lakukan. Perjalanan itu berlangsung selama delapan hari, dimulai pada tanggal 28 Januari 2015 hingga 5 Februari 2015. Benar, benar adanya ini adalah perjalanan perdana solo backpacker saya. Meskipun sebelumnya saya pernah ke Malaysia dalam rangka program pelatihan dari kerajaan Malaysia, namun dalam hal merasakan sensasi perjalanan pribadi belumlah terasa benar. Atas dasar ini dan karena ingin mengetes keberanian saya saya putuskan untuk “Start” solo backpack tersebut.
Rabu pagi saya flight gunakan maskapai Air Asia untuk pelancongan kali ini, dapart dari Palembang dan arrived di KLIA2 pada pukul 12 siang waktu setempat. Percaya tidak percaya kaki ini telah tidak berdiri lagi di tanah pertiwi namun tengah berdiri ditanah rumpun sebelah, Malaysia. Saya putuskan menghabiskan hari itu di menara kembar Petronas. Senja sore menikmati tingginya menara kembar anggun itu dengan desiran air yang menari-nari ditaman belakang yang diiringi lagu romance, sangat indah. Telah puas, saya kembali ke KL Sentral untuk lanjutkan trip ini ke Thailand, benar tujuan saya adalah  Provinsi Phuket dengan destinasi utama untuk mengikuti Tour Phi Phi Island untuk menikmati salah satu spot keindahan surga laut dan bawah air dunia. Perjalanan itu menggunakan kereta api, tepat pukul 12 siang saya sudah di Hatyai, memasuki provinsi paling selatan Thailand. Dari Hatyai gunakan mini van untuk menuju Phuket. Setelah 9 jam perjalan, tibalah saya di Phuket tepatnya di Patong. Budaya barat dan dunia malamnya Thailand sangat kental disini, di Bangla Road setelah saya injakan kaki lepas turun dari van tadi. Bermodalkan 1100 bath saya dapatkan hostel yang terjangkau untuk menginap selama 3 malam, Backpacker Sauna and Hostel Capsul namanya. Kamar-kamar semua berbentuk kubus kapsul kurang lebih berukuran 2 X 2 X 2 meter, cukup nyaman dan unik. Phuket, Patong adalah daerah yang meberikan banyak pembeajaran dan pengalaman bagi saya, bagi masa muda saya, membuka cara berpikir saya, meilhat banyak ragam budaya dan perbedaan, cakrawala ilmu sosial dan berpikirku telah meluas. Selama 3 hari di Patong saya gunakan untuk mendatangi tempat-tempat famous disini, seperti : Phi phi Island, Wat Chalong, Big Buddha, Bangla Road, belasan pantai – pantai cantik dan bersih. Saya rasakan surga dunia di Phuket ini, namun saya harus pandai membawa diri. Dunia malam barat, ladyboy Thailand, wanita-wanita pekerja seks, bir dan alkohol adalah hal yang harus dijaga untuk tidak masuk terlalu jauh. Namun, dengan itu mataku, cara berpikirku, pengalamanku, terbuka dan bertambah olehnya. Awesome experiences of Phuket Trip. Banyak sekali perbedaan, budaya, agama, ras yang membuat saya lebih arif dalam bersikap dan melihat perbedaan.
Setelah 4 hari di Thailand saya habiskan sisa waktu trip solo backpack ini ke Kuala Lumpur Malaysia, menikmati kecanggihan dari modernnya transportasi public disini, bersihnya kota, ramahnya penduduk, mewahnya bangunan, serta eksotiknya tempat-tempat destinasi wisata. Tinggal beberapa malam di guest house disekitar China Town, Petalling. Sama halnya dengan di Thailand saya habiskan waktu disini untuk mengunjungi tempat-tempat wisata famous dari Kuala Lumpur seperti Twin Tower dan Batu Caves, namun yang berbeda disini saya membelanjakan uang sisa ringgit saya untuk memberika buah tangan untuk dibawa pulang ke Indonesia. Mencari souvenir di Pasar Seni adalah ide yang pas. Tak terasa telah tujuh hari saya habiskan waktu untuk berlibur di negeri tetangga, hingga baru sadar besok pagi harus pulang ke Indonesia.

Paginya, pukul 08:00 waktu setempat saya flight menuju Palembang dari KLIA2. Sungguh ini merupakan perjalanan sangat luar biasa. Saya akan jadikan ini sebagai rutinitas saya dikala ada waktu senggang dan dana lebih, melihat banyak pesona dan benefit dari perjalan semacam ini, mungkin esok dengan Asean, Asia, Eropa, Amerika bisa solo lagi atau bersama teman, sahabat, atau pasangan. Amin.

Dibawah adalah sedikit dari gambar ataupun moment yang saya abadikan dari perjalanan ini.

Rabu, 31 Desember 2014

Mereka Merindu

           
           Detik berdetak seiring perasaan rindu menumbuh
           Hari berganti seraya hasrat bertemu memuncak
           Tapi semesta belum satukan mereka berdua
           Mereka hanya disajikan untuk duduk menatap
           Menatap bersama satu senja, meski berjauhan

“Kita masih melihat bulan yang sama kan ?”
Kata yang selalu mereka selipkan di percakapan kecil itu.
Percakapan kerinduan
Begitu banyak benih kerinduan diantara mereka
Apakah ini terlalu dini untuk menyebutkan bahwa itu awal dari cinta ?

           Dalam percakapan itu, mereka berkilah
           Berkilah bahwa dibawah satu langit dan bulan yg sama kan mampu menutupi
           Menutup rasa rindu
           Namun alam pun tak pernah mengiyakan
           Perasaan itu terus ada dan ada
           Pepatah kuno mengatakan, cinta melahirkan rindu, bila tidak rindu maka tak cinta
           Setiap dari mereka kini terngiang tanya dan malu

Rindu karena cinta ?
Atau cinta jadi rindu ?
Sebab akibat ini yang menimbulkan tanya

           Bagi mereka kalimat itu bukanlah penting
           Tak penting karena apa dan bagaimana bisa
           Mereka tak dapat membohongi perasaan satu sama lain
           Atau mungkin mereka saling mencintai
           Bersama kerinduan tiada berhilir
           Dari terang pagi hingga sunyi malam

Entah sampai waktunya tiba
Biarlah kerinduan ini hanya teruntuk dia yang memang pantas untuk dirindukan, ucap mereka
Bersama dinginnya malam, angin membawa pesan singkatnya
Sebuah pesan yang bertuliskan sajak cinta dua insan

           Rindu seiring nafas mereka
           Kerinduan yang tertanam dalam sanubari
           Rindu menjelma dalam sajak-sajak mendayu diantara mereka
           Mereka tak hirau dingin ketika itu, karena ada rasa yg menghangatkan

Dari rembulan malam hingga terang mentari mereka bercakap melepaskan perasaan itu
Seraya bermunajat akan kisah mereka, akan rasa yg datang dan sulit pergi
Akan sosok yg selama ini didamba, akan masa-masa setelah malam dingin ini

           Ini sajak rindu
           Mereka sebut ini komunikasi verbal hati
           Yang akan terus menunggu sampai tiba pertemuan itu
           Pertemuan yang terlalu lama tuk ditunggu
           Saat mereka tersipu malu
           Tersipu dengan pipi merah, karena telah lama tak melihat paras dia
           Dia si pembuat rindu

Kaleidoskop 2014

       Tahun 2014 bukanlah hanya sekedar tahun biasa dalam hidup ini. Begitu banyak tersirat arti dan pengalaman berarti diangka 2014, mulai dari hal-hal sederhana yang mengajarkan tentang kehidupan, baik dari suka dan dukanya hingga hal spektakuler yang baru ditahun ini aku rasakan. Bagaimana tidak ketika semua pengalaman yang perdana aku dapatkan semua datang pada tahun hebat ini, 2014. Benar, dari hal seputar kuliah, organisasi, bahkan asmara hingga banyak hal yang tak dapat dirinci disini. Semua itu tak lepas dari semua usaha dan kesempatan yang ada, maka pantaslah diri ini memunajatkan rasa syukur kepada Allah Ta’ala atas semua nikmat.

Rabu, 26 November 2014

Refleksi Doa pada Aksara

Pukul 05:37
Aku berada dibagian paling atas bangunan ini.
Kurasakan dingin
Pagi yang menerbangkan embun-embun putih
Kulihat fajar
Yang dengan anggun memancarkan rona kemerahan
Kuhirup udara
Pepohonan yang menari lembut yang mengeluarkan aroma asri
Kunikmati semua yang tersaji oleh semesta yang terasa oleh diri

         Aku hidup dalam sejuta kenikmatan
         Aku berdiri diatas kebahagian yang dunia tawarkan
         Aku dijamin tumbuh bersama fasilitas Tuhan

Pagi ini doa baik ku munajatkan
Setelah semalam kepenuhi relung pikirku dengan teori dan konsep
Setelah malam hingga pagi kuhabiskan untuk hafalkan sintesa
Setelah mataku lelah melihat ratusan skema
Setelah pikirku penat karena filosofi dan ilmu
Berharap Sang Maha Pendengar mengijabah doa hambanya yang hina
Berikanku kemudahan saat duduk tegang pada bangku usang kelas

Amin

Sabtu, 01 November 2014

Kultur Negeri Indahku

Ragam dan mozaik keindahan dari berbagai bentuk dan macam budaya negeri ini sungguh teramat kaya dan sarat akan filosofi leluhurnya. Dari Sabang hingga Marauke sana terhampar ribuan jenis kebudayaan negeri kita, negeri kaya akan budayanya heterogen.

Beberapa waktu lalu saya bersama rekan-rekan penerima beasiswa Djarum angkatan 30 berkumpul di Semarang, Jawa Tengah dalam rangka kegiatan Nation Building. Dalam kegiatan ini, sesuai namanya Nation Building maka kegiatannya adalah pembangunan bangsa / negara, dan yang diangkat adalah pembungan dalam aspek budaya bangsa. Selama 5 hari kami dikenalkan dan dilatih pada budaya bumi dewata, budaya asli Bali. Saya kagum dibalut kebanggaan pada bumi Indonesia ini, betapa tidak, budaya negeri ini yang merupakan buah keseluruhan pemikiran manusia dari peradaban terdahulu yang diciptakan, dihasilkan, dan diwujudkan dalam bentuk seni nyata.